BUOL HEBAT! Desa Lomuli Terpilih Wakili Sulawesi Tengah di Lomba Inovasi Desa Tingkat Nasional 2026
- account_circle Moh. Asri
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Soalbuol.com — Desa Lomuli, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, mendapat kepercayaan menjadi perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah dalam Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak dan Pendidikan (DRPPAP) Tahun 2026 tingkat nasional.
Dari ribuan desa yang tersebar di Sulawesi Tengah, Desa Lomuli menjadi salah satu desa yang direkomendasikan pemerintah provinsi untuk mengikuti kompetisi tersebut. Penunjukan ini menjadi kesempatan bagi Kabupaten Buol untuk memperkenalkan inovasi pembangunan desa, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam surat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tertanggal 26 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan.
Dalam surat itu, Desa Lomuli ditetapkan sebagai desa yang direkomendasikan untuk mengikuti Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak dan Pendidikan. Sementara itu, pada kategori Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) Tahun 2026, Sulawesi Tengah merekomendasikan Desa Tanah Abang, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantouw, menyatakan pihaknya siap mendampingi Pemerintah Desa Lomuli dalam mempersiapkan keikutsertaan pada lomba tingkat nasional tersebut.
Menurut Arfandi, DPMD berperan sebagai fasilitator dalam aspek regulasi, tata kelola kelembagaan, serta penguatan partisipasi inklusif di tingkat desa.
“Dalam Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak dan Pendidikan (DRPPAP), DPMD sebagai fasilitator regulasi, tata kelola kelembagaan, dan penggerak partisipasi inklusif di tingkat desa. Kami siap bersama dan mendampingi Pemerintah Desa Lomuli,” ujar Arfandi.
Ia menjelaskan, upaya mempersiapkan Desa Lomuli tidak dilakukan oleh DPMD sendiri, tetapi melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB-P3A).
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menerjemahkan indikator pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ke dalam sistem pemerintahan desa yang valid, sekaligus memastikan kesiapan dokumen dan program pendukung yang diperlukan dalam proses seleksi.
Arfandi juga mengajak masyarakat Kabupaten Buol untuk memberikan dukungan terhadap keikutsertaan Desa Lomuli dalam kompetisi tersebut.
- Penulis: Moh. Asri



Saat ini belum ada komentar