Menuju Era B50, Bupati Buol Dorong Sinergi Sawit Berkelanjutan dan Ketahanan Energi Nasional
- account_circle Moh. Asri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Dalam pertemuan tersebut, AKPSI juga mempertegas komitmennya dalam menjalankan enam panduan program kerja organisasi yang menjadi arah pembangunan daerah penghasil sawit, meliputi advokasi kebijakan publik, penguatan ekonomi daerah dan hilirisasi industri, pemberdayaan petani, tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, perluasan kemitraan dan diplomasi sawit, serta penguatan komunikasi publik berbasis data.
Program-program tersebut akan diimplementasikan secara bertahap selama lima tahun, dimulai dari konsolidasi internal hingga penyusunan laporan capaian nasional sebagai bentuk evaluasi dan penguatan peran daerah dalam pembangunan sektor perkebunan sawit nasional.
Bupati Buol, Risharyudi Triwowo, menegaskan bahwa implementasi kebijakan Biofuel B50 memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor persawitan di Kabupaten Buol yang saat ini memiliki luas perkebunan sawit lebih dari 50 ribu hektare.
“Aplikasi terkait Mandatori Biofuel B50 dan korelasinya dengan enam panduan program kerja AKPSI sangat dibutuhkan di Kabupaten Buol. Mengingat luas perkebunan sawit kami yang mencapai lebih dari 50 ribu hektare, yang terdiri dari petani mandiri, petani plasma, dan perusahaan pemegang HGU, kami ingin pembangunan sektor sawit di Buol berjalan menuju solusi yang saling menguntungkan. Daerah mendapatkan manfaat, petani sejahtera, perusahaan berkembang, lingkungan tetap terjaga, dan negara semakin berdaya,” ujar Bupati yang akrab disapa Bowo Timumun.
Melalui audiensi ini, Kabupaten Buol menegaskan kesiapannya untuk mendukung kebijakan energi nasional sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu daerah penghasil sawit yang berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, kesejahteraan petani, dan ketahanan energi Indonesia.
- Penulis: Moh. Asri



Saat ini belum ada komentar