Peringati HPN Ke 79, KOPI Buol Dan FWIB Salurkan Bantuan Sosial
- account_circle Admin Soal Buol
- calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
- print Cetak

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
Soalbuol.com, Buol – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-79, Komunitas Pers Independen (KOPI) Buol bersama Forum Wartawan Indonesia Buol (FWIB) menggelar aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir di tiga desa, yakni Desa Wakat, Desa Guamonial, dan Desa Pomayagon. Sabtu 8 Februari 2025.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Ketua KOPI Buol, Husni Sese, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran jurnalis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Kami ingin menjadikan momentum Hari Pers Nasional ini sebagai ajang untuk berbagi dan membantu sesama. Selain menjalankan tugas jurnalistik, kami juga ingin hadir langsung untuk meringankan beban warga yang terkena dampak banjir,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua FWIB, Hamran Timumun, menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan, terutama di saat masyarakat membutuhkan bantuan.
“Kami melihat langsung kondisi warga yang terdampak banjir. Banyak rumah yang terendam, akses jalan terganggu, serta kebutuhan pokok yang sulit didapatkan. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk menggalang bantuan dan menyalurkannya secara langsung,” tambahnya.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buol dalam beberapa hari terakhir menyebabkan meningkatnya debit air sungai dan mengakibatkan banjir di sejumlah desa. Tiga desa yang terdampak cukup parah adalah Desa Wakat, Desa Guamonial, dan Desa Pomayagon.
Banjir ini merendam puluhan rumah warga, menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, serta menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Salah satu warga Desa Wakat, Ibu Yatimah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh insan pers.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Banjir ini membuat kami kesulitan mendapatkan bahan makanan karena akses ke kota terganggu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wakat mengatakan dari 16 Desa yang terdampak banjir, wilayah nya dikatakan paling parah.
- Penulis: Admin Soal Buol



Saat ini belum ada komentar