Tugu Siote Resmi Berdiri, Jadi Ikon Kebanggaan Baru Desa Lakuan Buol
- account_circle Moh. Asri
- calendar_month Senin, 30 Jun 2025
- print Cetak

“Siote telah menjadi identitas budaya yang kuat. Dari sekadar kuliner lokal, kini kita menjadikannya simbol kreativitas dan kebanggaan, bahkan hingga ke panggung karnaval. Ini potensi ekonomi baru bagi masyarakat,” tegas Camat.
Tak hanya itu, pemerintah Kabupaten Buol juga berkomitmen untuk menjadikan Siote sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah. Dengan membangun rest area atau lapak kuliner khas di sepanjang jalur Lakuan Buol, wisatawan yang melintas diharapkan dapat mencicipi Siote dan ikut menggerakkan ekonomi lokal.
Terkait rencana pengembangan kuliner siote, Lani Irawati selaku asisten III bagian Administrasi Umum Setda Kab. Buol menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat penting, termasuk membangun infrastruktur pendukung seperti rest area atau pusat jajanan khusus di wilayah Lakuan.
“Kalau perlu, kita buat satu titik SPBU kecil sekaligus area makan di jalur strategis, agar orang tidak perlu ke luar daerah hanya untuk makan. Uangnya harus berputar di sini, di Buol, bukan lari ke Tolitoli atau Palu,” tegasnya.
Peresmian Tugu Siote ini juga menjadi penutup manis atas keberhasilan mahasiswa KKN yang telah membantu berbagai program sosial di desa, mulai dari penyuluhan narkoba, pelatihan pertanian, hingga edukasi lingkungan.
Dengan berdirinya Tugu Siote, Desa Lakuan Buol tak hanya mempertegas jati dirinya, tetapi juga membuka babak baru dalam pembangunan berbasis potensi lokal, budaya, dan pelestarian lingkungan. Masyarakat kini menatap masa depan dengan optimisme, menjadikan Siote bukan sekadar kerang, tapi simbol kebangkitan ekonomi desa.
- Penulis: Moh. Asri



Saat ini belum ada komentar