Turun Langsung ke Lapangan, Kadis PMD Buol Pastikan Ternak Sapi di Bokat Terkendali
- account_circle Admin Soal Buol
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- print Cetak

Soal Buol – Menyikapi pemberitaan terkait dugaan ternak sapi berkeliaran bebas di wilayah Kecamatan Bokat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantow, S.IP., M.Si, bergerak cepat melakukan penelusuran langsung ke lapangan, Minggu (25/1/2026).
Peninjauan lapangan dilakukan sejak pukul 15.00 hingga 19.00 WITA, waktu yang sebelumnya disebut sebagai jam rawan karena ternak sapi dikabarkan kerap berada di badan jalan. Namun, hasil pengecekan langsung menunjukkan kondisi yang berbeda dengan informasi yang beredar.
Kegiatan penelusuran ini melibatkan Kepala Satpol PP Kabupaten Buol Nasir Andimaka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syarif Badalu, Camat Bokat Iksan Mangge, unsur pemerintah desa, serta didampingi awak media sebagai bentuk transparansi pemerintah daerah dalam memastikan kebenaran informasi.
Rombongan menyisir sejumlah desa di Kecamatan Bokat, di antaranya Desa Negeri Lama, Kantanan, Bokat, Tang, Doulan, Bongo, Butukan, Bukamog, Kodolagon, hingga Desa Tayadun Kecamatan Bunobogu.
Berdasarkan hasil peninjauan selama kurang lebih empat jam, tidak ditemukan ternak sapi yang berkeliaran bebas di jalan raya. Di beberapa lokasi memang dijumpai ternak sapi, namun seluruhnya dalam kondisi terikat, berada jauh dari badan jalan, atau dalam pengawasan penggembala.
“Kami sengaja turun langsung dari sore hingga malam hari karena informasi menyebutkan jam tersebut rawan. Namun faktanya, tidak ada sapi yang berkeliaran bebas di jalan dan membahayakan pengguna jalan,” tegas Arfandi.
Ia menambahkan, pemerintah desa pada prinsipnya telah menjalankan Peraturan Daerah Kabupaten Buol tentang Penertiban Ternak, termasuk melalui penyediaan kandang ternak, baik secara swadaya masyarakat maupun dukungan Dana Desa.
Kepala Desa Bongo, Abdilah Bandung, turut membantah pemberitaan yang menyebutkan adanya ternak sapi berkeliaran di wilayahnya.
“Memang ada sapi di beberapa titik, tetapi semuanya terikat dan memiliki kandang penampungan. Jadi informasi yang diberitakan sebelumnya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan tidak adanya klarifikasi kepada pemerintah desa sebelum pemberitaan diterbitkan.
- Penulis: Admin Soal Buol



Saat ini belum ada komentar