APBD Perubahan 2026, Bupati Buol Minta OPD Pangkas Belanja Tak Substansial
- account_circle Moh. Asri
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- print Cetak

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap rencana penggunaan anggaran di masing-masing OPD.
Dari hasil evaluasi, ditemukan sejumlah pos belanja yang dinilai tidak substansial, termasuk pengadaan barang yang berulang serta beberapa porsi belanja yang dinilai masih dapat diefisienkan.
Bupati bahkan meminta agar efisiensi dimulai dari jajaran pimpinan daerah sebagai bentuk keteladanan.
“Saya minta contoh dari diri saya sendiri. Anggaran belanja pakaian Bupati yang nilainya bombastis saya minta ditarik dan dikeluarkan semua. Kalau pimpinan daerah sudah memberikan contoh, mari kita semua berlaku jujur dan bijak untuk daerah,” ujarnya.
Bupati kemudian menginstruksikan Sekda selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama seluruh jajaran untuk melakukan exercise ulang dan desk evaluasi terhadap struktur anggaran pada masing-masing OPD.
Ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah dan Kasubag Perencanaan untuk bersama-sama mengidentifikasi belanja yang tidak menjadi prioritas dan mengalihkannya pada kebutuhan yang lebih mendesak.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar keterbatasan fiskal tidak menghambat penyelesaian program prioritas yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengedepankan kepentingan daerah dan masyarakat dalam proses penyusunan APBD Perubahan 2026.
“Anggaran yang ada harus kita gunakan secara bijak. Kalau ada pos yang tidak substansial, mari kita relakan untuk dialihkan kepada kebutuhan yang lebih penting bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.
- Penulis: Moh. Asri



Saat ini belum ada komentar