Pemerintah Siapkan Beasiswa Rp 12 Triliun untuk Lulusan SMA/SMK, Fokus Latih Tenaga Kerja Siap Go Internasional
- account_circle Admin Soal Buol
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- print Cetak

Soal Buol, Nasional – Pemerintah akan meluncurkan program beasiswa pelatihan kerja bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin bekerja di luar negeri. Program ini akan dimulai pada akhir tahun 2025 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 12 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, beasiswa ini akan difokuskan untuk pelatihan keterampilan dan peningkatan kemampuan bahasa asing bagi calon tenaga kerja yang akan bekerja di pasar global.
“Insya Allah akan disiapkan Rp 12 triliun untuk pelatihan dan peningkatan mutu bahasa para calon tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri,” ujar Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja muda.
“Kita dorong agar anak-anak muda tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di luar negeri dengan keahlian dan kemampuan bahasa yang mumpuni,” kata dia.
Cak Imin menjelaskan, pelatihan akan mencakup bidang-bidang yang saat ini banyak diminati pasar tenaga kerja internasional, seperti welder (juru las), caregiver (perawat), serta hospitality (perhotelan). Ia menegaskan, program ini berbeda dengan program pelatihan kerja lintas kementerian senilai Rp 8 triliun yang telah dijalankan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).
Sebelumnya, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyebut pihaknya tengah menyiapkan pelatihan bagi 500 ribu tenaga kerja terampil, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, 20 Oktober 2025 lalu.
“Program ini merupakan respons atas kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional, hasil dari pertemuan bilateral Presiden dengan sejumlah kepala negara,” kata Mukhtarudin melalui keterangan tertulis di laman resmi KemenP2MI.
- Penulis: Admin Soal Buol



Saat ini belum ada komentar