Pemkab Buol Pastikan Ribuan Ikan Terdampar Bukan Akibat Potasium atau Sianida
- account_circle Admin Soal Buol
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- print Cetak

Berdasarkan laporan tim lapangan Dinas Perikanan, ikan yang terdampar didominasi ikan piok yang memang kurang diminati masyarakat untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, nelayan kerap tidak mengambilnya dan membiarkannya, hingga akhirnya ikan-ikan tersebut terbawa arus ke tepi pantai.
Dr. Tonang menambahkan, ikan piok merupakan ikan lapisan tengah laut. Penggunaan potasium atau sianida dinilai sangat kecil kemungkinannya, karena bahan tersebut umumnya berdampak pada ikan karang atau ikan dasar laut.
“Ikan ini tertangkap tidak sengaja menggunakan alat tangkap pukat tarik pantai atau soma dampar. Nelayan menebar jaring saat melihat gerombolan ikan dengan harapan mendapatkan ikan bernilai ekonomis, namun hasil tangkapan justru didominasi ikan piok,” terangnya.
Terkait viralnya foto dan video di media sosial, Dinas Perikanan Buol mengimbau nelayan agar lebih bijak dalam menangani hasil tangkapan yang tidak dimanfaatkan.
“Kami mengingatkan pemilik jaring agar tidak membiarkan ikan hasil tangkapan mati dan terdampar di pantai, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam laporannya, Dinas Perikanan juga menyebutkan bahwa peristiwa ikan terdampar bukan hal baru di Kabupaten Buol. Fenomena serupa kerap terjadi, namun kali ini jumlah ikan piok yang terdampar lebih banyak sehingga menarik perhatian publik.
Pemerintah Kabupaten Buol mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terhadap informasi yang belum terkonfirmasi. Pemkab memastikan akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas sektor guna menjaga kelestarian lingkungan laut dan memastikan aktivitas penangkapan ikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
- Penulis: Admin Soal Buol



Saat ini belum ada komentar