Razia Gabungan di Lapas Leok, Kalapas Tegaskan Perang terhadap Narkoba!
- account_circle Moh. Asri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Soalbuol.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok bersama jajaran TNI dan Polri menggelar razia gabungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah masuknya narkoba, handphone, senjata tajam dan barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan Lapas. Jumat 18 September 2026.
Kegiatan tersebut diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kalapas Leok, Achmad Adrian, sebelum petugas dibagi menjadi tiga regu untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah blok hunian warga binaan.
Razia dilakukan dengan tetap mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP), etika serta sikap humanis terhadap warga binaan.
Kalapas Leok, Achmad Adrian, menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba dan handphone.

“Komitmen ini memang sudah menjadi penekanan dari pimpinan kami. Kami dari Lapas, Rutan maupun LPKA di seluruh Indonesia berkomitmen zero dari narkoba, handphone dan alat-alat yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban di dalam Lapas,” ujar Achmad.
Menurutnya, integritas petugas menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga Lapas tetap bersih dari barang-barang terlarang.
Ia menegaskan tidak boleh ada permainan maupun kompromi, khususnya terkait narkoba dan handphone.
“Kami selalu tekankan integritas petugas. Tidak ada main-main terkait dua hal itu. Apalagi kalau ditemukan ada keterlibatan petugas, itu sama saja pengkhianat dan akan kami proses dengan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone di dalam blok hunian.
Namun, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam Lapas, di antaranya senjata tajam dan benda-benda tajam seperti silet, pisau rakitan serta beberapa barang lainnya.
Selain pemeriksaan kamar hunian, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan.
Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
“Untuk membuktikan bahwa Lapas ini bersih dari narkoba, beberapa sampel warga binaan kami ambil secara acak untuk dilakukan tes urine. Hasilnya negatif semua,” jelas Achmad.
Saat ini, Lapas Leok diketahui memiliki 143 warga binaan yang menempati tiga blok pembinaan.
- Penulis: Moh. Asri



Saat ini belum ada komentar