Ribuan Lampu Jalan Dipasang di Era Bupati Bowo, Apakah Jadi Solusi Minimnya Penerangan Jalan Buol?
- account_circle Admin Soal Buol
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- print Cetak

Soalbuol.com – Pemerintah Kabupaten Buol terus mendorong peningkatan pelayanan publik melalui program “Buol Terang”, sebuah langkah strategis pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang bertujuan meningkatkan keselamatan, keamanan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjawab keterbatasan penerangan jalan yang selama ini masih menjadi persoalan di Kabupaten Buol.
Berdasarkan data pemerintah daerah, sebelum program tersebut berjalan jumlah lampu penerangan jalan yang tersedia hanya sekitar 450 titik, dan sebagian besar masih menggunakan lampu merkuri yang boros energi serta kualitas pencahayaannya sudah tidak optimal.
Melalui program Buol Terang, pemerintah daerah menargetkan pemasangan sekitar 2.500 titik lampu PJU yang akan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buol. Pemasangan itu mencakup 10 kecamatan dengan rata-rata sekitar 45 titik di setiap kecamatan, termasuk kawasan perkotaan yang meliputi 7 kelurahan.
Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Program Buol Terang bukan sekadar memasang lampu di jalan. Ini menyangkut keselamatan warga, pencegahan kriminalitas, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari,” ujar Bupati, Jumat (13/3/2026).
Di wilayah perkotaan, pemasangan lampu diprioritaskan pada lokasi yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan tinggi, di antaranya titik rawan kecelakaan lalu lintas, area yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas dan kenakalan remaja, pusat keramaian masyarakat, serta kawasan aktivitas ekonomi dan UMKM.
Dengan hadirnya penerangan jalan yang lebih memadai, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus membuka peluang meningkatnya aktivitas ekonomi pada malam hari.
Program Buol Terang memiliki nilai investasi sekitar Rp28 miliar. Namun pembangunan tersebut tidak dibayarkan sekaligus dalam satu tahun anggaran. Pemerintah daerah menerapkan skema pembayaran bertahap selama tiga tahun, yang sudah termasuk biaya pemeliharaan lampu oleh pihak ketiga selama periode yang sama.
Dengan skema tersebut, pemerintah daerah tidak lagi menanggung biaya perawatan lampu jalan selama masa kontrak karena seluruh pemeliharaan menjadi tanggung jawab penyedia layanan.
Program ini juga disusun dengan mempertimbangkan kondisi penerimaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Kabupaten Buol. Pada tahun 2025, penerimaan PPJU tercatat mencapai sekitar Rp4 miliar lebih, sementara biaya pembayaran listrik PJU kepada PLN berkisar Rp2,7 miliar per tahun.
Melalui program Buol Terang, lampu yang digunakan akan diganti dengan teknologi LED yang lebih hemat energi dan memiliki kualitas pencahayaan yang lebih baik dibandingkan lampu merkuri yang selama ini digunakan.
- Penulis: Admin Soal Buol



Saat ini belum ada komentar