Gerak Cepat, Dinas P2KBP3A Cegah Stunting Melalui Sosialisasi Dapur Sehat Berbasis Pangan Lokal !
- account_circle Moh. Asri
- calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
- print Cetak

Penyuluhan ini menekankan pentingnya identifikasi keluarga berisiko stunting yang dikenal dengan konsep “4T”: terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak anak. Faktor lain yang memperparah adalah pernikahan usia dini, rendahnya pemahaman gizi, serta terbatasnya akses makanan bergizi.
Sebagai solusi, program Dapur Sehat Atasi Stunting mendorong pemanfaatan pangan lokal seperti tahu, tempe, telur, ikan air tawar, daun kelor, jagung, dan terong sebagai sumber protein dan nutrisi otak.
“Kita tidak perlu makanan mahal, cukup manfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Kuncinya adalah edukasi dan pendampingan,” tambah Wahida.
Program ini juga mendorong kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan konvergensi desa, agar tidak hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta dan masyarakat mampu ikut membantu keluarga berisiko.
Pemerintah Desa Panilan Jaya dan Dinas P2KBP3A berharap penyuluhan Dapur Sehat Atasi Stunting ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dipahami dan dipraktikkan oleh masyarakat.
Edukasi gizi, pencegahan pernikahan dini, serta pola asuh yang tepat diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
- Penulis: Moh. Asri



Saat ini belum ada komentar