Orang Tua Siswa Harap Dugaan Kekerasan di SD Di Paleleh Barat Diselesaikan secara Kekeluargaan
- account_circle Admin Soal Buol
- calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
- print Cetak

Sebagai tindak lanjut, musyawarah antara pihak-pihak terkait di lingkungan sekolah direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengklarifikasi persoalan, mendengarkan keterangan para pihak, dan membahas langkah penyelesaian yang adil serta bertanggung jawab.
Namun, musyawarah tidak boleh mengesampingkan perlindungan anak maupun menghambat penelusuran fakta. Penanganan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pemulihan anak yang diduga mengalami kekerasan.
Keluarga Siswi Sebut Ada Luka Lebam
Sebelumnya, seorang siswi kelas I SDN 3 Paleleh Barat berinisial HA diduga mengalami tindakan kekerasan yang melibatkan tiga teman sekelasnya pada Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan keterangan orang tua HA, anak tersebut mengalami sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh. Untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengetahui jenis luka yang dialami, HA telah menjalani pemeriksaan visum di puskesmas pada Sabtu (10/10/2026).
Orang tua HA berharap kejadian tersebut ditindaklanjuti secara serius dan menyeluruh. Mereka meminta pihak sekolah menelusuri kronologi kejadian sekaligus mengevaluasi sistem pengawasan terhadap siswa selama berada di lingkungan sekolah.
Informasi yang diterima Jurnal Nusantara juga menyebutkan bahwa salah satu orang tua anak yang diduga terlibat telah mendatangi keluarga HA untuk menyampaikan permintaan maaf dan mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan.
Meski demikian, keluarga HA sebelumnya menyatakan ingin agar persoalan tersebut tetap ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Keterangan dari kedua pihak perlu didalami lebih lanjut agar penanganan persoalan tidak hanya bertumpu pada informasi sepihak, melainkan berdasarkan klarifikasi dan pemeriksaan yang menyeluruh.
Evaluasi Pengawasan Sekolah Jadi Perhatian
Dugaan kejadian ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan dan pembinaan siswa, khususnya pada jenjang awal sekolah dasar.
Pengawasan guru, komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta pendidikan mengenai perilaku saling menghormati perlu menjadi perhatian bersama. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman bagi seluruh siswa, sehingga persoalan antaranak dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Di sisi lain, anak-anak yang diduga terlibat juga membutuhkan pendampingan dan pembinaan sesuai usia serta tingkat pemahamannya. Penanganan perlu menghindari pemberian stigma, perundungan lanjutan, maupun penyebaran identitas anak yang berpotensi berdampak terhadap masa depan mereka.
Disdikbud Kabupaten Buol diharapkan memastikan proses penelusuran oleh kepala sekolah dan K3S berjalan secara objektif, termasuk mengumpulkan keterangan yang relevan, mengevaluasi sistem pengawasan, dan merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini disusun, hasil peninjauan kepala sekolah dan K3S serta keterangan resmi pihak sekolah mengenai kronologi kejadian belum diperoleh secara lengkap oleh Jurnal Nusantara.
Seluruh pihak diharapkan memberikan ruang bagi proses klarifikasi dan tidak mengambil kesimpulan secara prematur. Penanganan yang adil, objektif, dan bertanggung jawab perlu mengutamakan keselamatan, pemulihan, pendidikan, serta masa depan anak-anak.
- Penulis: Admin Soal Buol



Saat ini belum ada komentar