Pangkalan LPG 3 Kg Nakal Resahkan Warga, Bupati Buol Instruksikan Razia Gabungan!
- account_circle Admin Soal Buol
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Soalbuol.com – Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Kabupaten Buol kembali diresahkan dengan maraknya dugaan praktik penjualan gas LPG 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dugaan tersebut terjadi di Kecamatan Lakea, tepatnya di Desa Lakea II, di mana pangkalan dan kios diduga bermain harga hingga merugikan masyarakat kecil.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, salah satu pangkalan gas LPG 3 kilogram di Desa Lakea II, Kecamatan Lakea, diduga menyalurkan gas subsidi tidak sesuai peruntukannya. Pangkalan yang pemiliknya berinisial S, beralamat di Dusun I, Jalan Poros Desa Lakea II, diduga menjual tabung LPG 3 kilogram ke kios-kios dengan harga sekitar Rp35 ribu per tabung.
Selanjutnya, gas LPG tersebut dijual kembali oleh pihak kios kepada masyarakat dengan harga yang jauh lebih tinggi, yakni berkisar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per tabung. Kondisi ini memicu keluhan serius warga, terutama menjelang Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
Ironisnya, saat masyarakat mendatangi pangkalan secara langsung, mereka kerap mendapatkan jawaban bahwa stok gas kosong. Namun di sisi lain, tabung LPG 3 kilogram justru masih tersedia di sejumlah kios dengan harga tinggi.
Salah seorang warga Desa Lakea II yang enggan disebutkan identitasnya mengaku sangat kecewa dengan kondisi tersebut.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan gas. Setiap ke pangkalan selalu dibilang kosong, tapi ternyata gasnya dijual ke kios. Dari pangkalan harganya Rp35 ribu, lalu kios menjual sampai Rp60 ribu bahkan Rp65 ribu per tabung,” ungkapnya, Selasa (10/2/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Buol Risharyudi Triwibiwo mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh jajaran terkait untuk segera melakukan penindakan di lapangan.
“Saya memerintahkan secara tegas kepada Tim Penanganan Elpiji Kabupaten Buol untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan distribusi dan permainan harga LPG 3 kilogram. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegas Bupati.
- Penulis: Admin Soal Buol



Saat ini belum ada komentar