Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dicanangkan, Kepala BPS Buol Tekankan Pentingnya Data Berkualitas
- account_circle Moh. Asri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, evaluasi program, dan pengambilan keputusan berbasis data,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa BPS Kabupaten Buol telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, pelaksanaan ground check SBR, sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarakat, persiapan sarana-prasarana pendataan, rekrutmen dan pelatihan petugas lapangan, hingga penguatan strategi komunikasi dan publikasi sensus.
Pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 sendiri akan berlangsung pada periode Mei hingga Agustus 2026 dengan dua metode pendataan. Pertama melalui Ngisi Bareng (Ngibar), yaitu pengisian kuesioner secara mandiri oleh pelaku usaha. Kedua melalui metode Door to Door, di mana petugas sensus akan mendatangi langsung pelaku usaha maupun masyarakat untuk melakukan pendataan.
Karena itu, Wakil Bupati Nasir mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh dengan menerima petugas sensus secara baik dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta sesuai kondisi sebenarnya.
Hal senada juga disampaikan Edwin kepada para petugas sensus agar menjalankan tugas secara profesional dan menjaga integritas selama proses pendataan. Ia mengingatkan agar petugas turun langsung ke lapangan dan tidak mengisi data berdasarkan perkiraan.
“Data yang akurat akan menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan ekonomi ke depan. Karena itu, petugas harus bekerja cerdas, menjaga integritas, dan memastikan seluruh target pendataan dapat diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
Baik Pemerintah Kabupaten Buol maupun BPS memastikan bahwa seluruh data yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan dimanfaatkan untuk kepentingan perpajakan maupun kepentingan lainnya.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati Buol mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong dan berkolaborasi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi menghasilkan data yang berkualitas untuk pembangunan daerah.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, kebijakan yang tepat akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas, dan pada akhirnya pembangunan yang berkualitas akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Nasir.
- Penulis: Moh. Asri



Saat ini belum ada komentar